• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website SMK Islam Al Azhaar. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMK Islam Al Azhaar

NPSN : 69762767

Jl. Pahlawan III/40 Kedungwaru Kec. Kedungwaru Tulungagung


admin@smkalazhaar.sch.id

TLP : 0355-7621987


          

Status Member

Santri Berbakat : Mohammad Ad Din Hira Saputra




SMK ISLAM AL AZHAAR FOR RATU
BERBAKAT : Mohammad Ad Din Hira Saputra saat syuting untuk pembuatan film.

Mengenal Mohammad Ad Din Hira Saputra
Santri DKV SMK Islam AL Azhaar dengan Koleksi Karya Film Kreatif Tingkat Nasional

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Muhammad Ad Din Hira Saputra, lahir di Tulungagung 14 Maret 2003. Dia adalah seorang full timer pelajar dan memiliki sampingan pekerjaan sebagai videographer atau sinematografer di Kota Marmer ini.
Dia kini menimba ilmu untuk mempelajari dunia desain di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Islam Al Azhaar, Tulungagung.
Dia dari awal SMP, tertarik mengenal dunia fotografi dan meninggalkan gaming yang digeluti sejak SD.
Di SMP, dia dan beberapa temannya di percayai oleh guru-guru menjadi fotografer dokumentasi kegiatan lembaga maupun sekolah. Bahkan sering mengikuti perlombaan fotografi maupun videografi. Hasilnya pernah memenangkan lomba fotografi “Festival Bonoworo Menulis II” pada tahun 2017 lalu. Setelah lulus SMP pada tahun 2019, karena tuntutan zaman semakin maju dengan adanya media social (medsos) dan melihat dunia kedepan membutuhkan konten videografi, akhirnya tertarik mengenal dunia videografi dengan mengikuti workshop intensive 3 hari 2 malam di Surabaya yang diadakan oleh Sony Indonesia pada tahun 2019.
Dia di sana diajarkan dasar pembuatan sebuah skenario film, dasar sinematografi, dasar audio, produksi di lapangan dan setelah produksi sampai preview bersama.
Dia sempat juga sekolah di salah satu SMA swasta di Surabaya, namun takdir membalikkan ke daerah asalnya. Akhirnya dia sekarang sekolah di SMK Islam Al Azhaar Tulungagung.
Di SMK dia sekarang menduduki kelas XII Angkatan pertama DKV. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran produktif (desain, fotografi, videografi, sketch) dan non produktif, selain diajarkan teori produktif dan non produktif, para santri dan santriwan diajarkan juga untuk mengaji, salat sunah dhuha, dan berjamaah. Para santri juga diajarkan program unggulan tahfidzul Qur'an dan pembiasaan ibadah wajib dan sunnah termasuk addin juga sudah tahfidz 3 juz.
“Menurut saya DKV di sekolah unik, karena selain kita di ajarkan desain, kami para santri dan santriwan di ajarkan bagaimana live streaming juga,” katanya.
Dengan fasilitas lengkap untuk praktik, santri dan santriwan dapat produktif pada saat di sekolah. Selama awal pandemi kemarin dia memang banyak di rumah dan mengurangi kegiatan syuting di luar rumah.
Dia pada saat itu sering sekali mencari perlombaan gratis yang produksinya di dalam rumah, pada saat pandemi mulai turun. Dia memberanikan diri syuting di luar rumah, pada saat itu pertama kali syuting di luar rumah pada saat pandemic. Film yang pertama kali yang dikerjakan pada saat pandemi, film dokumenter yang berjudul “Perajut Asa Tatkala Negeri Dirundung lara”.
Di film itu menceritakan tentang bagaimana petani-petani di Kabupaten Tulungagung pada saat pandemi ini. Setelah mengerjakan film dokumenter tersebut, dia sampai kini menangani berbagai genre video mulai dari video dokumenter, film pendek, company profile, seperti video profile SMPN 1 Sumbergempol pada tahun 2021, video profile kantor Imigrasi Blitar pada tahun 2021, video profile batik remaja Jawa Timur pada tahun 2021, film pendek “Untuk Langit” pada tahun 2021 dalam rangka mengikuti festival film vertical yang diadakan Indihome (masuk nominasi 5 besar nasional), lalu film pendek iklan layanan masyarakat “Bocil” pada tahun 2021 dalam rangka Festival Video Edukasi yang di selenggarakan Kemndikbud RI (masuk nominasi 5 besar nasional).
“Saya juga sering berkolaborasi Bersama teman teman saya, sering juga saya membantu produksi mereka di bagian DOP ataupun di Kameramen,” tandasnya.
Dia kedepan akan mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perfilman. Demi membuka lapangan pekerjaan bagi teman-teman yang memiliki minat dan ketertarikan di bidang perfilman. Dengan harapan bisa membuka potensi yang dimiliki anak-anak daerah, bahwa anak-anak daerah pun bisa membuat film yang berkualitas dan layak tayang di bioskop. (*)artikel_radar_tulungagung_siswa_berbakat  




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas